Tampilkan postingan dengan label cacing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cacing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Juni 2014

Fasciola hepatica life cycle

Diposting oleh Healthy Inside Fesh Outside di 07.03 0 komentar

Causal Agent:

Fascioliasis is caused by Fasciola hepatica and less often by F. gigantica, which are flat worms classified as liver flukes (trematodes). Some human cases have been caused by hybrid species. Additional Fasciola species have been found in animals.

Life Cycle:

As shown below, Fasciola parasites develop into adult flukes in the bile ducts of infected mammals, which pass immature Fasciola eggs in their feces. The next part of the life cycle occurs in freshwater. After several weeks, the eggs hatch, producing a parasite form known as the miracidium, which then infects a snail host. Under optimal conditions, the development process in the snail may be completed in 5 to 7 weeks; cercariae are then shed in the water around the snail. The cercariae lose their tails when they encyst as metacercariae (infective larvae) on water plants. In contrast to cercariae, metacercariae have a hard outer cyst wall and can survive for prolonged periods in wet environments.
Life cycle of Fasciola

Immature Fasciola eggs are discharged in the biliary ducts and in the stool The number 1. Eggs become embryonated in water The number 2, eggs release miracidia The number 3, which invade a suitable snail intermediate host The number 4, including the genera Galba, Fossaria and Pseudosuccinea. In the snail the parasites undergo several developmental stages (sporocysts The number 4a, rediae The number 4b, and cercariae The number 4c). Thecercariae are released from the snail The number 5 and encyst as metacercariae on aquatic vegetation or other surfaces. Mammals acquire the infection by eating vegetation containing metacercariae. Humans can become infected by ingesting metacercariae-containing freshwater plants, especially watercress The number 6. After ingestion, the metacercariae excyst in the duodenum The number 7 and migrate through the intestinal wall, the peritoneal cavity, and the liver parenchyma into the biliary ducts, where they develop into adult flukes The number 8.
In humans, maturation from metacercariae into adult flukes takes approximately 3 to 4 months. The adult flukes (Fasciola hepatica: up to 30 mm by 13 mm; F. gigantica: up to 75 mm) reside in the large biliary ducts of the mammalian host. Fasciola hepatica infect various animal species, mostly herbivores (plant-eating animals).

adapted : http://www.cdc.gov/parasites/fasciola/biology.html

Trematoda Hati

Diposting oleh Healthy Inside Fesh Outside di 06.58 0 komentar
Cacing Hati termasuk kedalam golongan Trematoda atau cacing hisap. Disebut cacing hisap karena cacing ini memiliki alat pengisap. Alat pengisap terdapat pada mulut di bagian anterior. Alat hisap (Sucker) ini untuk menempel pada tubuh inangnya berupa ternak , dan jika hati ternak yang ada cacingnya ini kita makan maka kita akan kena Fasciolasis.
            Pada saat menempel cacing ini mengisap makanan berupa cairan tubuh inangnya atau jaringan tubuhnya . Trematoda kebanyakan merupakan hewan parasit karena berada pada tubuh mahkluk hidup , merugikan karena mengambil bahan organik yang tersedia di inangnya. Trematoda dewasa pada umumnya hidup di dalam hati, usus, paru-paru, ginjal, pembuluh darah vertebrata , Ternak , Ikan , Manusia,dll.
            Trematoda berlindung di dalam tubuh inangnya dengan melapisi permukaan tubuhnya dengan kutikula. Permukaan tubuhnya tidak memiliki silia. Contoh Trematoda adalah cacing hati ( Fasciola hepatica ) di ternak , Chlonorsis sinensis di Ikan 
            Cacing hati ini memiliki daur hidup yang kompleks karena melibatkan sedikitnya dua jenis inang, dua inang itu yaitu inang utama berupa ternak / ikan dan manusia dan inang sebagai perantara siput air ( Lymnea truncatula ). 
Daur hidup Cacing hati terdiri dari 
1. Fase seksual : di inang utama (saat cacing hati dewasa) 
2. Fase aseksual : di inang perantara ( tubuh siput) dengan membelah diri yang terjadi pada larva atau sering dikenal dengan istilah Paedogenesis  Larvanya berubah 3 kali , 3 kali perubahan dan terjadi Paedogenesis di tubuh siput  Lymnea yaitu berupa larva Sporosis, Redia dan Cercaria 

            Urutan siklus daur hidup cacing hati adalah sebagai berikut :
            Telur - Mirasidium - Sporosis - Redia - Cercaria - MetaCercaria -Metacercaria berekor berenang ke tanaman sekitar air - dimakan  Inang utama - masuk jadi Cacing Dewasa-telur 

SIKLUS HIDUP CACING HATI ( Fasciola hepatica ) 
  • Di tubuh inang utama ( ternak , ikan , manusia ), Cacing dewasa hidup di hati dan bertelur di dalam usus. Jika inang utama buang air besar, maka telur cacing hati tersebut akan keluar bersamaan dengan faeses hewan tersebut.
  • Buang air besar sembarangan di lingkungan.
  • Telur bersama faeses terbuang ke air 
  • Telur menetas jadi larva dengan cilia ( rambut getar ) diseluruh permukaan tubuhnya membentuk larva Mirasidium yang kemudian berenang mencari siputLymnea MirasidiumMirasidium ini akan mati bila tidak segera masuk ke dalam tubuh siput air tawar ( Lymnea truncatula ).
  • Mirasidium setelah berada di siput berubah menjadi Sporosis (menetap dalam tubuh siput selama 2 minggu).
  • Larva larva itu punya kemampuan reproduksi secara asexual dengan cara Paedogenesis didalam tubuh siput sehinga terbentuk banyak larva , larva sporosis melakukan paedogenesis menjadi beberapa redia 
  • larva Redia melakukan paedogenesis menjadi Serkaria 
  • Larva serkaria kemudian berekor menjadi metacercaria dan segera keluar dari siput berenang mencari tanaman yang ada di pinggir perairan misalnya rumput . Metaserkaria membungkus diri berupa kista yang dapat bertahan lama menempel pada rumput atau tumbuhan air sekitarnya
  • Apabila rumput tersebut termakan oleh domba, maka kista dapat menembus dinding ususnya, kemudian masuk ke dalam hati, saluran empedu dan dewasa di sana untuk beberapa bulan. Cacing dewasa bertelur kembali dan siklus ini terulang lagi.

 

KESEHATAN DAN KECANTIKAN Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos